PELAYANAN GAWAT DARURAT YANG BAIK

A.   Pelayanan Gawat Darurat
1.    Pengertian
Gawat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa dan kecacatan yang memerlukan penanganan dengan cepat dan tepat. Kegawatan suatu yang menimpa seseorang yang dapat menimbulkan proses mengancam jiwa, dalam arti pertolongan tepat, cermat dan cepat bila tidak dapat menyebabkan seseorang meninggal atau cacat (Depkes, 2003).
Menurut Azrul (1997) yang dimaksud gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving).
Instalasi  Gawat Darurat merupakan unit rumah sakit yang memberikan perawatan pertama kepada pasien. Unit ini dipimpin oleh seorang dokter jaga, dnegan tenaga dokter ahli dan berpengalaman menangani pelayanan gawat darurat.
Kementrian kesehatan telah mengeluarkan kebijakan mengenai standar instalasi gawatdarurat (IGD) Rumah sakit yang tertuang dalam KEPMENKES RI No.856/MENKES/SK/IX/2009 Untuk mengatur standarisasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit.

2.    Kegiatan Gawat Darurat
            Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) banyak macamnya, secara umum dapat dibedakan atas tiga macam (Djemari, 2011) :
a.    Menyelenggarakan Pelayanan Gawat Darurat
Kegiatan pertama yang menjadi tanggung jawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah menyelenggarakan pelayanan gawat darurat. Pelayanan gawat darurat sebenarnya bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan penderita (life saving) sering dimanfatkan hanya untuk memperoleh pelayanan pertolongan pertama (first aid) dan bahkan pelayanan rawat jalan (ambulatory care). Pengertian gawat darurat yang di anut oleh anggota masyarakat memang berbeda dengan petugas kesehatan. Oleh anggota masyarakat setiap gangguan kesehatan yang dialaminya dapat saja di artikan sebagai keadaan darurat (emergency) dan karena itu mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meminta pertolongan. Tidak mengherankan jika jumlah penderita rawat jalan yang mengunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dari tahun ke tahun tampak semakin meningkat.
b.    Menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif.
Kegiatan kedua yang menjadi tangung jawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang Universitas Sumatera Utara membutuhkan pelayanan intensif. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelayanan gawat darurat yakni dengan merujuk kasus-kasus gawat darurat yang di nilai berat untuk memperoleh pelayanan rawat inap yang intensif. Seperti misalnya Unit Perawatan Intensif (intensive care unit), untuk kasus-kasus penyakit umum, serta Unit Perawatan Jantung Intensif (intensive cardiac care unit) untuk kasus-kasus penyakit jantung, dan unit perawatan intensif lainnya.
c.    Menyelenggarakan pelayanan informasi medis darurat.
Kegiatan ketiga yang menjadi tanggung jawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah menyelenggarakan informasi medis darurat dalam bentuk menampung serta menjawab semua pertanyaan anggota masyarakat yang ada hubungannya dengan keadaan medis darurat (emergency medical questions). Pelaksanaan pelayanan gawat drurat adalah Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat, menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif serta menyelenggarakan pelayanan informasi medis darurat.

3.    Tujuan Pelayanan Gawat Darurat
            Berdasarkan definisi dari pelayanan gawat darurat maka tujuan dari pelayanan tersebut yaitu untuk memberikan pertolongan pertama bagi pasien yang datang dan menghindari berbagai resiko seperti kematian, menanggulangi korban kecelakaan, atau bencana lainnya yang langsung membutuhkan tindakan. Selain tujuan umum tersebut adapun tujuan utama dari pelayan gawat darurat yaitu :
a.    Memberikan pelayanan komunikatif, cepat dan tepat selama 24 jam terus  menerus
b.    Tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat  yang berada dalam keadaan gawat darurat 
c.     Mencegah kematian dan cacat pada pasien gawat darurat sehingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.
d.     Menerima dan merujuk pasien gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang lebih
e.    Menanggulangi korban bencana

4.    Standar Pelayanan Gawat Darurat
Menurut
a.    Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa.
Standarnya 100%. Artinya, dalam pelayanan gawat darurat, Tenaga kesehatan mampu menangani semua kasus life saving atau menyelamatkan
nyawa anak dan dewasa yang datang ke unit pelayanan gawat darurat tersebut..Dapat dikatakan, misalkan dalam satu hari ada tiga kasus gawat darurat yang mengancam nyawa pasien, maka tenaga kesehatan secara standar mampu menangani ketiga kasus tersebut.
b.    Jam buka pelayanan Gawat darurat
Standarnya 24 jam. Bagi fasilitas kesehatan yang memiliki unit pelayanan gawat darurat, standarnya membuka fasilitas tersebut selama 24 jam. Karena kejadian kegawatdaruratan tidak bisa di prediksi kapan akan terjadi.
c.    Pemberi pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku : BLS/PPGD/GELS/ALS.
Standarnya 100%. Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab pada pelayanan gawat darurat, terutama yang terlibat langsung dengan pasien, seluruhnya memiliki sertifikat yang masih berlaku.
d.    Ketersediaan tim penanggulangan bencana
Standarnya, satu tim. Dalam unit pelayanan gawat darurat, minimal memiliki satu tim yang bertanggung jawab dalam kegiatan penanggulangan bencana.
e.    Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat darurat
Standarnya, <lima menit terlayani setelah pasien datang. Saat pasien datang ke fasilitas pelayanan gawat darurat, standarnya dalam waktu kurang dari lima menit, pasien tersebut telah mendapat penanganan.
f.     Kepuasan pelanggan
Standarnya >70%. Dalam melayani pasien, standarnya lebih dari 70% dari semua pasien dalam satu hari merasakan puas atas pelayanan gawat darurat. Hal ini dapat diketahui dengan ada atau tidaknya komplain dari pasien atau pihak keluarg pasien.

g.    Kematian pasien <24 jam
Standarnya <dua per seribu (pindah ke pelayanan rawat inap setelah 8 jam). Dalam 24 jam perbandingannya 2 yang meninggal dari seribu pasien yang datang. Dan jika meninggal, pasien dipindahkan ke rawat inap setelah 8 jam.
h.    Khusus pasien RSJ, Pasien dapat ditenangkan dalam waktu <48 jam.
Standarnya 100 %. Misalkan dalam satu hari ada dua pasien kejiwaan, maka dalam waktu kurang dari 48 jam, pasien mampu ditenangkan dan dua pasien itu mampu tertangani.
i.      Tidak adanya pasien yang diharuskan membayar uang muka.
Dari seluruh pasien yang datang ke pelayanan gawat darurat, tidak diwajibkan membayar uang muka untuk mendapat pelayanan.

SUMBER :
-          Heni Hidayati (2014), Standar pelayanan kesehatan pasien IGD di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahraine Samarinda. eJournal Admistrasi Negara.

-          PERMENKES No. 129/Menkes.SK/II/2008 Tentang Standar pelayanan minimal rumah sakit.

-          http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/49525/4/Chapter%20II.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELAYANAN REKAM MEDIS

PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN ASURANSI DAN NON ASURANSI YANG BAIK